6/21/2014

I Stand On the Right Side

          Hari ini aku sungguh sangat lelah, lelah sekali. Pundak terasa membawa beban 15 kilo, tangan tak bisa bergerak ringan, dan kakipun seperti mati rasa. Aku mulai tak bisa menguasai tubuhku sendiri,semuanya ingin menari-nari diatas rasa sakit yang kualami. Aku berpikir, lengkaplah sudah rasa pahit dikehidupanku ini. Posisi yang seperti ini selalu membuat setiap orang dilema. Posisi dimana, ketika kita dihadapkan pada sebuah ujian, bukan sekedar ujian hidup tapi memang benar-benar ujian hidup mati. Memang ini adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk mengorbankan diri menahan rasa sakit lelah siang malam sehingga terkadang seseorang akan terjerumus dalam keterpaksaan. Sesuatu yang diawali dengan keterpaksaan belum tentu menjadi barang jelek, terpaksa kemudian yang akan menumbuhkan kekuatan yang disebut “kebal”. “Ah saya sudah biasa mengalami hal seperti itu” so hadapi sajalah toh sudah tahu endingnya. Atau kamu memang setulus hati, sabar dan iklas menerima kesakitan itu dengan harapan awal yang baik akan berakhir dengan baik pula. Itu semua adalah jalan bagi kamu yang ingin maju menyongsong masa depan yang cerah dan terbebas dari belenggu ketakutan dan kegelisahan. Namun disisi lain jika tidak ingin mengambil pilihan itu, tentu awalnya memang tidak perduli, “apa katalah Tuhan yang menentukan”. Selanjutnya dan seterusnya kamu akan terus dikejar – kejar oleh kegelisahan, bimbang bahkan linglung meskipun porsinya tidak sebanyak pilihan pertama. Semua itu akan terus mengikutimu kemanapun kamu pergi dengan siapapun dan kapanpun, kadangkala akan seperti hantu yang nyata dan selalu muncul didalam mimpi bahkan ketika kamu tidak sedang memikirkannya.

          Ujian bagi setiap orang artinya sangat luas, bisa aja kamu lagi diputusin pacar ditinggal selingkuh bahkan ditinggal merid sama mantan, susah move on, dan sederetan problem romantika remaja masa kini. Ujian ketika kita harus ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh ayah atau ibu kita, ujian sakit parah, difitnah atau bahasa kerennya sekarang di bully. Adalagi yang sedikit agak lucu,yaitu ujian bagi yang belum menentukan calon presiden dan wakilnya. Kebayang nggk misalnya kita nggk punya pilihan nggk punya sosok yang dipilih, pasti lah itu orang adalah yang paling lama keluar dari bilik suara. Kenapa? karena itu tadi sekali lagi pilihan akan menentukan arah kita kemana selanjutnya. Makanya jangam sampai golput bro uda nggk jaman kales, kalo golput sama saja kamu nggk punya arah tujuan hidup, terus "Mau dibawa kemana" biarkan "si kuning" mengambang atau bagaimana?. Lanjut lagi mengulas masalah ujian tadi, ada juga ujian yang paling susah yaitu ujian dari negara kayak UN, sidang skripsi-tesis, masuk sekolah, test CPNS, dll mungkin ini makna kata “ujian” yang sebenarnya.

         Kini aku mulai sedikit sadar dan berpikir realistis, memang hidup itu banyak pilihan makanya kita sering dibuat pusing olehnya. Dan ironisnya kenapa pilihan itu selalu menjurus pada dua sisi yang amat berbeda yaitu baik atau buruk. Setelah kita menentukan jalan itu baik munculah statement jalan baik menurut kita belum tentu baik untuk kedepannya. Atau sesuatu yang menurut kita buruk, bagi orang lain itu adalah hal biasa, hal biasa yang buruk Hahaha. Nah lo gimana kalo udah kayak gitu?. Huufft manusia-manusia bingung-bingung ku memikirkannya. Banyak orang bilang distatus facebook, bbm, twitter dkk “semua akan indah pada waktunya” setahuku itu lagunya si Delon juara Indonesian idol, ajang adu suara yang presenternya selalu berkoar-koar acaranya jadi TTW (Trending Topic Worldwide). Terus pertanyaannya kapan waktu yang indah itu datang? besok, lusa, minggu depan, bulan depan, setahun, dua tahun, 10 tahun. Atau kita sama-sama tanya sama si Delon kali ya, secara dia kan empunya lagu kali aja dia tahu kapan datengnya. Kalo menurutku sih itu adalah statement yang dilontarkan bagi orang-orang yang pesimis tepatnya pasrah, kayak menunggu giliran kapan dipanggil sama teller ya buat setor pinjaman. Nah terus kalo udah dipanggil apa itu yang namanya indah pada waktunya, se simple itu kah definisi kata “indah”?. Wah kalo diperlebar selapangan bola kata-kata ini lama2 akan menyesatkan seluruh umat manusia. Kembali lagi pada narasi di awal, semua kita kembalikan pada pribadi masing-masing pilih mana?suka yang mana?baik yang mana?enak yang mana? . Keep calm n back to the basic, Thanks 4 read ^_^. 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar